Jumat, 03 Juli 2020

KUTIPAN TARUNA SEMAKAPURA

Pendidikan Ketarunaan sebagai pembentukan karakter peserta didik merupakan hal yang sangat melekat di setiap sekolah pelayaran. Taruna SMKN 1 Kalipuro selama menempuh pendidikan, mengalami berbagai bentuk latihan. Dari perjalanan tersebut, beberapa Taruna berbagi pengalaman dan membagikan informasi. Berikut kumpulan Kutipan Taruna Semakapura yang dihimpun oleh Tim Redaksi.


SMK NEGERI 1 KALIPURO MEMBUKA PENDAFTARAN CALON TARUNA BARU JALUR OFFLINE


Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021 ini terasa sangat spesial. Segala proses PPDB dilakukan secara mandiri (online) oleh setiap calon pendaftar tingkat SMA/SMK/sederajat. Mulai dari Pengambilan PIN, Pendaftaran dan Daftar Ulang dilakukan tanpa harus mendatangi sekolah yang akan dituju.

Rabu, 13 Maret 2019

DUA TARUNA SEMAKAPURA LOLOS SELEKSI PASKIBRA KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2019

SELEKSI PASKIBRA KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2019 DIMULAI BULAN MARET

KALIPURO - Tidak seperti tahun sebelumnya, pengumuman seleksi Paskibra Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur dilakukan bulan Februari. Surat pemberitahuan diterima beberapa hari setelah Pelatih Ketarunaan Semakapura mendapatkan surat tugas untuk melatih kembali di SMK Negeri 1 Kalipuro.
Dibantu oleh beberapa Staf Batalyon Tingkat III, hasil pengukuran tinggi badan sempat membuat pesimis. Hanya 2 Taruna yang bertinggi lebih dari 173 cm, bahkan tidak ada Taruni yang bertinggi 163 cm.



Foto 1.   Pengumuman dan Pemilihan Calon Peserta Seleksi Paskibra

Selasa, 14 Agustus 2018

Pembalokan Sebagai Proses Kenaikan Tingkat Taruna

Apa yang terlintas dalam pikiran kalian ketika mendengar kata PEMBALOKAN? Seru, menakutkan, menegangkan, menyenangkan atau menantangkah? Dan bagaimana rasanya kalian saat mengikuti Pembalokan? Serta seberapa pentingnya proses Pembalokan bagi kalian Taruna dan Taruni Sekolah Pelayaran Niaga SMK Negeri 1 Kalipuro?

Pembalokan Tingkat III Angkatan V Tahun 2017
Istilah Pembalokan diambil dari simbolis bertambahnya balok di evolet seorang Taruna. Pembalokan menjadi salah satu prosesi yang wajib diikuti oleh seluruh Taruna sebagai tanda kelayakan kenaikan tingkat. Selama kegiatan Pembalokan, seorang taruna akan "diuji" fisik dan mentalnya yang dituangkan dalam berbagai kegiatan selama satu hari penuh.

Di sisi lain, Pembalokan dimaksudkan untuk menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme pada Taruna; membentuk karakter Taruna menjadi seorang yang disiplin tinggi dan bermental baik; dan sebagai sarana penanaman jiwa persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Medali Perunggu berhasil diraih Wahyu Firmansyah (XI TKN) dalam Kejurprov Anggar 2018

Kejuaraan Anggar Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 digelar di Kabupaten Malang. Resmi dibuka oleh Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Provinsi Jawa Timur pada 26 Juli 2018 pukul 15.00 WIB. Bertempat di GOR Divisi Infanteri 2 Komando Strategi Angkatan Darat.

Wahyu Firmansyah - sehari-hari bertugas sebagai Asisten Logistik
Sejumlah 328 Atlet Anggar dari kabupaten dan kota Se-Jawa Timur memperebutkan 3 nomor individu, terdiri dari Saber (Sabel), Foil (Floret), Epee (Degen) dan 1 nomor beregu. Kontingan Kabupaten Banyuwangi mengirimkan 17 Atlet, salah satunya Wahyu Firmansyah, Taruna SMK Negeri 1 Kalipuro dari Kelas XI TKN. Wahyu Firmansyah bertanding pada kelas Epee (Degen), memperebutkan medali dengan perwakilan kontingan kota/kabupaten lain.

13 Taruna dan 5 Taruni Menjadi Tim Paskibra Kecamatan Kalipuro

Selasa, 17 Juli 2018 - Seleksi Paskibra Kecamatan Kalipuro meloloskan 18 wakil dari Semakapura

Sekelompok orang datang memasuki kampus SMK Negeri 1 Kalipuro. Dengan badan tegap, pakaian rapi mereka memasuki plasa yang menjadi kebanggaan Taruna Semakapura. Mereka adalah Tim Penyeleksi Paskibra Kecamatan Kalipuro. Terdiri dari perwakilan Kecamatan, Koramil Kalipuro dan Polsek Kalipuro. Khusus seleksi tahun 2018 ini, Tim Penyeleksi datang ke sekolah menengah atas di wilayah Kecamatan Kalipuro.

Kamis, 19 April 2018

Sekolah Pelayaran Mahal?

Suka tidak suka, mau tidak mau, sebagai guru yang mengabdi di sekolah pelayaran niaga, pasti pernah bahkan sering mendapatkan pertanyaan “sekolah pelayaran itu mahal ya?” Pertanyaan tersebut atau yang sejenisnya terlontar dari para orang tua calon peserta didik baru yang mengantarkan putra atau putrinya mencari informasi di sekolah. Mau dijawab “tidak” tapi faktanya memang cukup menguras dompet. Mau dibilang “iya” tapi relatif dan memang di sekolah pelayaran manapun akan sama.

Jawaban terbaik yang bisa diberikan tidak ada di kamus maupun di “mbah google”.

Ibarat kita akan mengendarai sepeda motor di jalan raya, kita harus memiliki surat izin mengemudi (SIM C), membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK) sesuai dengan motor yang dikendarai. Menggunakan helm dan yang terpenting memiliki skill atau keterampilan dalam mengendarai sepeda motor.

Pada prinsipnya, seseorang yang ingin menjadi pelaut, harus memiliki dan memenuhi beberapa persyaratan mutlak.

Buku pelaut menjadi persyaratan mutlak yang pertama. Calon pelaut juga wajib memiliki sertifikat keterampilan seperti Basic Safety Training (BST), Advance Fire Fighting (AFF), Survival Craft & Rescue Boats (SCRB), Medical First Aid (MFA), Medical Care (MC).

Nah inilah yang memberikan kesan bahwa sekolah pelayaran itu mahal. Untuk mendapatkan empat sertifikat keterampilan, sementara ini, khususnya SMK Negeri 1 Kalipuro bekerja sama dengan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Setiap tahun, Taruna diberangkatkan ke PIP Semarang untuk menempuh sertifikat tersebut.
Sederhananya, pengambilan sertifikat tersebut ditempuh dalam waktu 20 s/d 30 hari. Katakanlah biaya empat sertifkat tersebut mencapai dua juta rupiah. Biaya transportasi menggunakan Bus sewaan juga cukup lumayan, karena tidak mungkin kita ke Semarang mengendarai sepeda motor. Selama berada di Semarang, pihak sekolah akan mengkoordinir rumah tinggal sementara atau rumah kos, yang tidak semurah di Banyuwangi. Dan tentu saja, pihak sekolah juga mengkoordinir keperluan konsumsi setiap harinya.

Jadi kira-kira dapat dihitung sendiri, biaya pengambilan 4 sertifkat pertama yang dilakukan di Semarang serta biaya hidup selama satu bulan di kota besar tersebut.

Tidak ada yang mahal dari sebuah usaha menyiapkan masa depan yang cerah. Karena mahal hanya terjadi ketika kita sekarang tak menyiapkan apapun.

GIAT PEMBALOKAN: MENAPAKI JENJANG KEPEMIMPINAN, MENGUATKAN KARAKTER TARUNA

Mentari pagi bahkan belum sepenuhnya menyapa ufuk timur ketika derap langkah para Taruna dan Taruni mulai memenuhi titik kumpul. Dengan sera...