Memasuki Tahun Pelajaran 2020/2021 agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 menjadi pembeda dalam mengawali tahun ajaran baru. Bulan Juli biasanya menjadi bulan yang sangat sibuk, baik bagi tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikan, serta bagi peserta didik. Tahun ini, segala kesibukan di awal tahun pelajaran dilaksanakan dengan tidak bertemu di sekolah, tidak bertatap muka, secara online dalam jaringan.
Namun begitu, aktivitas pendidik dan tenaga pendidikan wajib tetap dilaksanakan dengan tatap muka di sekolah, tentu dengan menerapkan protokoler kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi telah menjadwalkan Workshop Tata Kelola Keuangan dan Administrasi Sekolah di bulan Juli ini. Pada minggu keempat, difokuskan pada SMK negeri se-kabupaten Banyuwangi.
SMK Negeri 1 Kalipuro sendiri mendapatkan jadwal pada hari Kamis, 23 Juli 2020. Bertempat di Ruang Aula Semakapura, para peserta yang terdiri dari, Komite Sekolah, Kepala Sekolah da Para Wakil, ASN, GTT dan PTT sudah siap sesuai jadwal pukul 12.00 WIB. Sembari menunggu kedatangan Kepala Cabang Dinas dan para Pemateri beserta rombongan, keluarga besar Semakapura terlihat bernyanyi bersama di ruangan. Sebuah pemandangan yang sebenarnya agak langka terjadi.
Rombongan tiba di Semakapura sekitar pukul 13.00 WIB. Cukup siang, mengingat sebelumnya mereka berkunjung ke SMK Negeri 1 Wongsorejo dalam kegiatan yang sama. Dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan, setiap rombongan wajib diperiksa suhu badannya, kemudian mencuci tangan sebelum memasuki ruangan.
Nahkoda Semakapura, Dra. Esti Joeniarti Ekorini memberikan sambutan awal. Poin intinya adalah tentang pentingnya pengetahuan terkait tata kelola keuangan dan manejemen sekolah. Ditambahkan pula bahwa kemajuan sekolah tidak hanya bergantung dari kepala sekolah, tetapi juga pada usaha dan kerja keras seluruh anggota sekolah. Di akhir sambutan, Ibu kepala sekolah yang sebelumnya menjadi Kepala SMKN 1 Tapen Bondosowo, berharap setelah mengikuti workshop ini, seluruh warga sekolah, utamanya yang memiliki tugas tambahan, dapat lebih mengerti dan menerapkan tata kelola keuangan dengan baik, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemateri pertama adalah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bapak Drs. Istu Handono, M.Pd. Beliau menyampaikan pentingnya transparansi tata kelola keuangan sekolah. Termasuk peranan komite sekolah dalam membantu menyediakan dana pendukung pendidikan. Ditambahkan pula oleh mantan Guru PPKn di SMA Negeri 1 Giri ini bahwa akan ada pengajuan perencanaan pembelajaran tatap muka kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kemudian disambung oleh Ketua Forum Komite Sekolah Kabupaten Banyuwangi, Bapak Misnadi,SH., yang menyatakan bahwa Komite Sekolah siap mendukung penuh proses pendidikan termasuk membantu dalam pengadaan dana dari orang tua peserta didik. Ditambahkan pula, Komite Sekolah merupakan lembaga berpayung hukum yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah. Bahwa komite sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.
Pemateri kedua dari Bapak Drs. Catur Pamarto, M.Pd selaku Pengawas Pembina SMA Kabupaten Banyuwangi. Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini memang belum diperbolehkan dilakukan secara tatap muka, kecuali wilayah yang berada pada zona hijau. Pembelajaran dalam jaringan yang dilakukan pada semester lalu, perlu dievaluasi untuk perbaikan pada tahun ajaran baru ini.
Kesulitan yang dihadapi, terutama oleh peserta didik adalah sulitnya mendapat akses internet, terbatasnya kemampuan orang tua dalam menyediakan sarana ponsel android atau terbatasnya kuota internet yang dimiliki peserta didik. Beliau memberikan penawaran solusi berupa, sekolah menyediakan kuota internet untuk peserta didik yang digunakan untuk pembelajaran dalam jaringan.
Pengawas/Pembina SMK Kabupaten Banyuwangi, Bapak Drs. H. Sugiono menjadi pemateri kedua dengan Materi Tugas Pokok dan Fungsi Komite Sekolah. Beliau menekankan bahwa Komite Sekolah dapat mendukung pengemasan Profil Sekolah yang lebih menarik untuk dapat mendatangkan calon peserta didik baru dan meningkatkan animo masyarakat atau orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Kalipuro. Beliau menegaskan bahwa, sebaik apapun peralatan sarana prasarana yang dimiliki sekolah, akan menjadi sia-sia apabila tampilan sekolah dari pinggir jalan, tidak menarik, tidak tertata dengan baik. Pesan beliau, Semakapura wajib meningkatkan kondisi fisik dari gerbang sekolah, hingga ke dalam, termasuk lingkungan sekitar sekolah.
Materi keempat tentang Manejemen Keuangan disampaikan oleh Bapak Yusuf Wibisono, S.Pd, M.M., M.Pd selaku Pengawas/Pembina SMK Kabupaten Banyuwangi. Diantara para pemateri, selain Bapak Kacabdin, Bapak Yusuf ini merupakan pemateri yang familier , karena merupakan Pengawas/Pembina SMKN 1 Kalipuro. Dengan gayanya yang khas, meskipun hari sudah mulai senja, dapat membawa membawa suasana dan mengembalikan antusiasme para peserta workshop.
Pemateri keempat yang memiliki keahlian dasar di bidang Teknik Bangunan ini, menyampaikan peraturan keuangan sekolah. Macam-macam sumber dana, tata cara pengadaan dana, termasuk penerapan dan pertanggungjawaban dana yang digunakan. Beliau berharap dengan mengikuti workshop ini, pengelolaan keuangan SMKN 1 Kalipuro menjadi lebih profesional, transparan dan akuntabel. Dengan begitu, mampu meningkatkan kepercayaan orang tua yang sudah menginvestasikan biaya pendidikan putra dan putrinya.
Sesi tanya jawab dimulai setelah pemateri terakhir. Pertanyaan dari salah satu peserta workshop mengenai persiapan Pembelajaran Luar Jaringan (Luring), tatap muka. Mengingat sebagai sekolah yang menerapkan Pendidikan Ketarunaan, akan sangat riskan apabia pembelajaran tatap muka tidak segera dilaksanakan. Jawaban pemateri, semoga pada beberapa waktu dekat, wilayah Kabupaten Banyuwangi mendapat izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka. Tentu dengan menerapkan standar protokoler kesehatan yang ketat. Adapun dokumen dan peralatan yang wajib dipersiapkan adalah surat rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, surat persetujuan dari orang tua, memastikan sarana cuci tangan yang memadai dan selalu menggunakan masker serta tidak terjadi kerumunan selama pembelajaran di sekolah.
Sekitar pukul 17.50 WIB, pembawa acara menutup kegiatan, dan menyampaikan beberapa kesimpulan workshop dan harapan ke depannya. Sebagian besar peserta workshop berharap pembelajaran tatap muka ini segera bisa dilakukan. Empat bulan sudah menjadi waktu yang panjang untuk "berpisah" dengan para Taruna. Pun demikian para Taruna juga sudah merindukan aktivitas di sekolah seperti sebelum pandemi Covid-19. Semoga pandemi ini segera berakhir dan segala bentuka aktivitas pembelajaran kembai normal seperti sedia kala. (w/n)
Bravo Semakapura