Tak ada angin, tak ada hujan
tak ada badai pula
Jadwal mengajar pun tak ada
Tidak seperti biasanya
Sosok gempal berkacamata
Terlihat menikmati secangkir kopi
di salah satu sudut kantin
Duduk di satu-satunya kursi
yang menghadap ke sebelah barat
Memang berkaos Poliwangi
Didapatkan saat menjadi Tim Pelatih
dalam Kegiatan Pengenalan Lingkungan Kampus
Tetapi dapat dipastikan bahwa separuh jiwanya
Berisi tentang kita, Semakapura Jaya,
Bahwa setiap detak jantungnya selalu memompa semangat kita
Bahwa di setiap hela nafasnya menjadi nafas kedisiplinan kita
Bahwa setiap detik waktunya tak pernah tanpa Semakapura
Bahwa seluruh jiwa raganya telah dikorbankan
Demi berkembangnya layar Kapal Semakapura
Mengarungi luasnya samudra dengan gagah perkasa
Derap tegak langkahnya terpancar wibawa
Tatap tajam matanya percikan ketegasan
Gelegar dalam suaranya membakar kesunyian
Beribu kata-kata indahnya kunci kesuksesan
Pengabdi Sejati datang dari hati
Pengabdi Sejati tak harap dipuji
Pengabdi Sejati sumber inspirasi
Dan Pengabdi Sejati takkan pernah mati
Sabtu, 24 Februari 2018
Angkatan V? Unik Luar Biasa
Sepertinya baru kemarin saya masuk di kelas yang ada taruna ndableg, pura-pura tidur sambil menggunakan kipas mini, badan tinggi besar, selalu duduk di pojok belakang. Ketika dilihat isi tasnya, hanya ada satu buah buku campuran, satu pulpen dan power bank. Saya tidak marah, saya tidak jengkel karna saya juga pernah sekolah, saya mencoba mengerti apa yang kalian rasakan ketika pagi-pagi sudah dilatih di lapangan, kemudian belajar di dalam kelas. Yaa, cukup menyiksa.
Satu kelas ini memang luar biasa, hanya ada 3 murid perempuan yang seakan tenggelam dengan kedigdayaan murid laki-laki dengan tampang sok sangar dan sok gagah. Saya masuk di jam ke 5 dan 6 hanya ada beberapa murid di dalam kelas. Ketika saya bertanya "mana yang lain?" Beberapa menjawab "masih istirahat makan pak". Yasudah, saya mengalah, sekali lagi karna saya juga pernah sekolah. Ketika saya cek kahadiran kalian satu-persatu, ada catatan cukup menggelikan. Murid yang sering menghilang dari kelas, ya itu itu saja, ya hanya oknum itu saja. Sampai pada akhirnya, saya mendengar istilah 5F. Ha ha ha. Lucu luar biasa, kreatif inovatif meski kurang tepat.
Kelas sebelah, terasa berbeda. Setiap saya masuk, kelas terasa lebih hening meskipun jumlah orang di dalam kelas lebih banyak daripada kelas sebelah. Tetapi justru terlihat masih banyak yang memejamkan mata di atas meja. Kalian terlihat mengantuk, bermalasan, entah karena apa. Saya mencoba bercerita tentang apa itu "Karantina" dan saya berikan beberapa gambar. Itu seketika membuat kelas bangun, beberapa oknum yang tadinya tertidur, justru aktif dan banyak bertanya, terutama kamu yang selalu memelihara kumis tipis.
Satu kelas lagi, memang saya tidak mengajar pelajaran apapun. Tapi pernah saya penasaran bagaimana rasanya masuk di kelas yang waktu itu terkenal luar biasa. Luar biasa kompaknya, satu tidur, tidur semua. Satu di kantin, yang lain ikut juga. Sampai suatu saat saya diseret oleh salah satu oknum, dia bilang "Pak, masuk kelas sini, saya ingin tahu cara bapak mengajar". Saya berpikir waktu itu bahwa anak ini lagi ngetes. Tapi saya tidak kehilangan akal. Daripada ngomong gak jelas, saya berikan beberapa games pengasah otak. Tentang mengubungkan 9 titik dengan garis yang tidak boleh terputus. Ternyata kelas yang waktu itu dicap "pemalas" juga bisa aktif, bisa mengeluarkan pendapat, berani berbicara di hadapan teman-temannya. Di akhir pembiacaraan, kalian malah meminta saya memberikan games lagi dan berharap saya sering-sering masuk kelas kalian.
Mungkin saya baper, gara-gara kemarin, untuk pertama kalinya kita berlatih untuk Upacara Wisuda kalian. Serasa baru kemarin kita mempersiapkan Wisuda Angkatan IV, dan sekarang sudah persiapan Wisuda Angkatan V. Sampai saya menungkan perasaan itu melalui tulisan ini. Saya hanya ingin kalian membaca ini dan mengingat bahwa meskipun kita berkumpul bersama tidak sampai 2 tahun, tapi benar-benar memberikan kesan, menambah warna dan melukiskan kisah yang layak untuk dikenang seumur hidup saya.
Bravo Angkatan V Semakapura....... Kalian unik, luar biasa.
Rabu, 21 Februari 2018
Mekanisme Percuma
Oleh Herman Bam MM
Percuma
Percuma
Percuma
Percuma
Percuma
Percuma
Percuma
Mekanisme yang percuma
Minta terhormat tapi tidak menghormat
Mekanisme yang percuma
Minta dihormati tapi tidak menghormati
Minta terhormat tapi tidak menghormat
Mekanisme yang percuma
Minta dihormati tapi tidak menghormati
Saling tindih
Saling tikam
Saling menghardik
Saling menjatuhkan
Percuma....
Mekanisme percuma
Saling tikam
Saling menghardik
Saling menjatuhkan
Percuma....
Mekanisme percuma
Banyak yang percaya
Akan datangnya kematian
Namun sedikit yang mempersiapkannya
Inikah yang namanya
Mekanisme percuma.......
Akan datangnya kematian
Namun sedikit yang mempersiapkannya
Inikah yang namanya
Mekanisme percuma.......
Taruna Semakapura Mengikuti Lomba Susur Sungai Lider Blambangan
Festival Lider Adventure Bertajuk Lomba Susur Sungai Lider Blambangan Sebagai Wujud Peduli Lingkungan
Minggu-11
Februari 2018. Banyuwangi kini dikenal sebagai Kota Seribu Festival.
Setiap tahun, berbagai macam festival digelar dalam rangkaian Peringatan Hari
Jadi Banyuwangi. Mulai dari festival budaya, kuliner, adat istiadat sampai olahraga
rekreasi. Dari berbagai macam festival tersebut dapat meningkatkan minat
wisatawan untuk berkunjung ke kota dengan julukan Sun Rise of Java.
Di bulan Februari ini digelar beberapa festival yang
salah satunya adalah Festival Lider Adventure yang bertajuk Lomba Susur Sungai
Lider Blambangan, berlokasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Tahun 2018 ini merupakan tahun pertama digelarnya festival
yang sekaligus sebagai media promosi daerah wisata Sungai Lider.
Sabtu, 09 Desember 2017
UPACARA TABUR BUNGA: MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN
TARUNA DAN TARUNI SEMAKAPURA MENGHADIRI UPACARA TABUR BUNGA DI LAPANGAN PT. ASDP CABANG KETAPANG - JUMAT, 10 NOVEMBER 2017
| Dari Kiri Ke Kanan: Taruna Sirojul Ilmi, Pelatih Ketarunaan - Serka Mes Bambang Hermanto, Perwira Batalyon - Wayan Nana A, Taruna Excel Pransetiya, Taruna Sahid Hawari |
Banyuwangi - Mentari pagi menampakkan diri dari ujung timur, membelah eloknya deburan ombak di selat Bali, menyisir barisan perbukitan di pulau seberang. Mentari pagi menghangatkan seisi bumi, seakan turut serta mengorbankan semangat perjuangan 10 November. Dengan lembutnya, angin pun mengiringi persiapan pasukan, seolah memberi kesejukan diantara hangatnya mentari.
Jumat, 08 Desember 2017
GERAK JALAN TRADISIONAL 2017
Rabu, 30 Agustus 2017 - SMK Negeri 1 Kalipuro Mengirimkan Tiga Wakil Untuk
Mengikuti Lomba Gerak Jalan Tradisional
Kalipuro – Panas terik matahari bukan menjadi halangan, berjalan kaki jauh pun tidak akan membuat gentar. Begitu ungkapan Taruna dan Taruni Semakapura dalam mengikuti Lomba Gerak Jalan Tradisional Tahun 2017. Menurut mereka, panas terik dan berjalan kaki jauh merupakan makanan sehari-hari, bukan menjadi hal yang memberatkan. Selama menempuh pendidikan di Semakapura, mereka memang dibekali pelatihan fisik dan mental sebagai cara mempersiapkan diri menuju lapangan kerja yang keras.
Jumat, 15 September 2017
|
Banyuwangi, 12 September 2017
SMK Negeri 1 Kalipuro untuk pertama
kali, mengirimkan wakilnya untuk mengikuti Lomba Paduan Suara Tingkat SMA/SMA
sederajat Kabupaten Banyuwangi.
Panitia Lomba Paduan Suara ini adalah Legiun Veteran
Republik Indonesia (LVRI) bekerjasama dengan Persatuan Wredatama Republik
Indonesia (PWRI) wilayah Banyuwangi.
Lomba paduan suara ini bertujuan untuk memperingati, menghayati dan
memaknai perjuangan dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu,
menurut salah satu Panitia ketika technical meeting, lomba ini juga mengingatkan
kembali kepada generasi muda, utamanya para pelajar untuk menjaga rasa
persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.
Atas dasar itu, SMK Negeri 1
Kalipuro memberanikan diri untuk mengirimkan wakilnya. Persiapan yang sangat
sempit menjadi kendala utama. Tetapi dengan semangat patriotisme yang membara,
mereka “nekad” tampil di depan para anggota LVRI dan PWRI. Satu hal yang
menarik dan mencolok adalah atribut yang digunakan. Ketika perwakilan dari
sekolah lain berlomba-lomba berpenampilan kebhinekaan, justru SMK Negeri 1
Kalipuro tampil dengan seragam kebanggan putih-putih, yaitu Pakaian Dinas
Upacara (PDU)
![]() |
| Tim Paduan Suara Tampil di Atas Panggung Lomba Paduan Suara |
Lagu perjuangan menjadi tema lomba paduan suara ini.SMK Negeri 1 Kalipuro membawakan lagu Indonesia Tanah Air Beta. Sempat mendapat aplous dari Juri dan para anggota LVRI dan PWRI, raut wajah bahagia terpancar dari seluruh anggota tim ketika turun dari atas panggung. Perwakilan panitia menyampaikan harapan besar agar SMK Negeri 1 Kalipuro dapat mengikuti lomba serupa di tahun depan.
“Kebanggaan bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga karena kemauan
untuk mengalahkan rasa takut atas ketidakmampuan.”
----Bravo Semakapura----
----Bravo Semakapura----
Langganan:
Postingan (Atom)
GIAT PEMBALOKAN: MENAPAKI JENJANG KEPEMIMPINAN, MENGUATKAN KARAKTER TARUNA
Mentari pagi bahkan belum sepenuhnya menyapa ufuk timur ketika derap langkah para Taruna dan Taruni mulai memenuhi titik kumpul. Dengan sera...
-
Kamis, 23 Juli 2020 – Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK Negeri 1 Kalipuro mengikuti Workshop Tata Kelola Keuangan dan Administrasi...
-
Rabu, 30 Agustus 2017 - SMK Negeri 1 Kalipuro Mengirimkan Tiga Wakil Untuk Mengikuti Lomba Gerak Jalan Tradisional Kalipuro – Panas te...
-
Kamis, 4 Agustus 2016 dilakukan pemilihan Komandan Kompi (Danki) Angkatan VI SMK Negeri 1 Kalipuro. Shelsa meraih suara terbanyak dengan s...



